Cara Pengolahan Data Total Station (ETS) dan Penggambaran Kontur Dengan Autocad LLD 2009

Cara Pengolahan Data Total Station (ETS) dan Penggambaran Kontur Dengan Autocad LLD 2009

Berikut ini saya ingin berbagi Cara Pengolahan Data Total Station (ETS) dan Penggambaran Kontur Dengan Autocad LLD 2009.

Pengolahan Data Total Station ETS (Electronict Total Station)

Hasil dari pengukuran yang dilakukan di setiap harinya harus langsung anda download dari alat Total StationETS, untuk mengejar progress dan menyiapkan untuk presentasi harian.

Data hasil download dari Alat Total Station ETS, berupa data Measure dan data Coordinate, data Measure merupakan data yang memiliki deskripsi titik detail yang telah disetting pada saat pengukuran berlangsung, seperti DTL, JLN, dan ALIRAN AIR.

Sedangkan data Coordinate, merupakan data yang berisikan hasil koordinat pengukuran, yaitu x dan y.

hasil export data dari ts

Gambar 1 Kiri (Tampilan data Coordinate) kanan (Tampilan data Meas)

Setelah melakukan proses download data, untuk data ketinggian harus dijumlahkan dengan hasil ketinggian titik yang telah benar, misalkan pengukuran detail situasi dilakukan pada titik P2, maka seluruh tinggi detail harus dijumlahkan dengan tinggi titik P2.

Langkah-Langkah Penghitungan Tinggi Titik Detail

1. Buka data hasil download dari Total Station ETS, berupa data Measure.

2. Jumlahkan tinggi data tinggi detail yang didapatkan dari alat Total Station ETS dengan titik tinggi poligon yang dipakai, dalam hal ini titik poligon yang dipakai adalah titik BM P2, sehingga proses perhitungan ketinggian detail situasi selalu mengikat pada tinggi titik benar pada P2, agar hasil hitungan selalu mengikat pada tinggi titik P2, gunakan symbol ‘$’ pada kolom tinggi P2.

data hasil export ts

Gambar 2. Proses menghitung tinggi titik detail.

3. Kemudian untuk data x dan y, kita dapat menggunakan data hasil download coordinate pada Alat Total Station ETS, atau melakukan penambahan angka pada data measure, karena pada data meas, untuk nilai x, 2 angka didepan tidak ada, sehingga harus diberikan angka 92, dan untuk data y, harus diberikan angka 7.

4. Proses penambahan angka koordinat x dan y, dapat dilakukan dengan menggunaka Microsoft Excel, dengan menggunakan formula “concatenate” yang berfungsi untuk melakukan penggabungan antara 2 kolom, kolom pertama berisi angka 92, dan kolom kedua berisi angka koordinat easting (x)

menghubungkan nilai koordinat

Gambar 3. Menggabungkan nilai koordinat

5. Lakukan langkah yang sama, dan sesuaikan tinggi poligon yang dipakai sebagai tempat berdiri alat.

BACA JUGA  Jual Total Station Jakarta Harga Murah

6. Setelah langkah pengolahan data selesai dilakukan, maka data siap digunakan untuk proses penggambaran.

Penggambaran Dengan AutoCAD Land Desktop 2009

Proses penggambaran dilakukan dengan menggunakan software AutoCAD Land Desktop 2009, langkah-langkah penggambaran sebagai berikut :

1. Setelah data hasil pengukuran dikolektifkan dalam satu file Microsoft excel, dimana data koordinat x y dan z telah benar.

koordinat xyz

Gambar 4. Koordinat x,y,z yang siap di running

2. Kemudian file pada Ms. Excel tadi, kita save as kedalam format text(tab delimitab) .txt

Gambar 5. Dialog save as

3. Fungsi dilakukan save as kedalam format tab delimitab karena data yang akan di import pada software AutoCAD LDD 2009, berbentuk tab delimitab, dengan susunan PENZD, yang artinya data dipisahkan oleh tab, dengan urutan Point, Easting, Northing, Z elevasi, dan Deskription.

hasil save data dari ts

Gambar 6. Hasil Save as data dari Ms. Excel ke .txt

4. Jalankan program AutoCAD LDD 2009

autocad lld 2009

Gambar 7. Tampilan New Drawing pada AutoCAD LDD 2009

5. Create Project – Prototype – Default Meters – Name – Berikan Nama sesuai kelompok, misalkan Kelompok 6 – OK, dan akan kembali pada tampilan awal – OK.

perubahan file lokasi penyimpanan gambar

Gambar 8. Pembuatan file lokasi penyimpanan gambar

6. Setelah di OK akan muncul tampilan Load Setting – m1000set (Metric, 1:1000) – Next

Gambar 9. Kotak Dialog load settings

7. Pada tampilan Units, rubah Linear Units menjadi Meters, Angle Display Style menjadi North Azimuth – Next

kotak dialog unit

Gambar 10. Kotak Dialog Unit

8. Pada tampilan Scale – Next

kotak dialog zone

Gambar 11. Kotak Dialog Zone

9. Pada tampilan Zone, pilih Categories menjadi UTM, WGS84 Datum, zone 48 South, Meter, Cent, Meridian, 105d E, karena lokasi berada di Jawa Barat.

kotak dialog zone 2

Gambar 12. Kotak Dialog Zone

10. Pada tampilan Orientation – Next.

kotak dialog north scale

Gambar 13. Kotak Dialog North Scale

11. Pada tampilan Text Style – Next

kotak dialog text style

Gambar 14. Kotak Dialog Text Style

12. Pada tampilan Border –Next

kotak dialog border

Gambar 15. Kotak Dialog Border

13. Setelah selesai, kita akan melihat tampilan Save Setting – Finish, maka akan muncul tampilan yang menunjukan bahwa setingan kita berhasil lalu – OK

kotak save settings

Gambar 16. Kotak Save Settings

14. Melakukan setting terhadap tamilan point yang kita inginkan, dari menubar Terrain – Point Setting.

BACA JUGA  5 Cara Menggunakan Total Station Topcon ES 105

memunculkan point

Gambar 17. Langkah Memunculkan Point

15. Pada tampilan Point Setting, pilih Coords X-Y, marker pilih tanda +, kemudian – OK.

kotak dialog point
Gambar 18. Kotak Dialog Point Settings

16. Langkah berikutnya adalah melakukan import point, dari menubar Point – Import/Export Point – Import Point

langkah import point
Gambar 19. Langkah import point

17. Akan muncul tampilan Format Manager – Import Point.

a. Format, disini kita diminta untuk memilih susunan dan format data yang akan di import, PENZD (Space Delimitab), artinya susunan datanya adalah Point Easting Northing Z elevastion Deskrtion, yang dipisahkan dengan tanda spasi/tab
b. Source File, adalah dimana letak direktori penyimpanan data yang akan di import, browse data dengan mengklik gambar folder
c. Cekliss Add Point to Point Group, kemudian klik gambar hijau, dan berikan nama, fungsinya untuk memudahkan memanggil basisdata point saat melakukan pembangunan kontur
d. Setelah semua selesai, lalu – OK

memanggil data
Gambar 20. Langkah Memanggil Data

18. Setelah selesai mentransfer data point, lembar kerja pada AutoCAD LDD 2009 akan kosong, maka kita perlu melakukan regen dan zoom extend, dengan cara ketik re pada Command – Enter, kemudian ketik Z – Enter, E – Enter, maka point yang telah kita import akan muncul.

gambar hasil import

Gambar 21. Hasil import point

19. Hasil import titik masih terlalu besar, sehingga kita harus menyesuaikan ukuran titik, untuk memudahkan kita pada saat proses digitasi dan editing lainya.
a. Blok semua point – klik kanan – Display Properties . . . .

 

size point

Gambar 22. Merubah ukuran/size point

b. Pada tampilan Point Display Properties, pilih Text, kemudian rubah Text Size menjadi 0.2 Units, Pada Marker, rebah Size in Absolute Units – Size 0.2 Units.
c. Setelah ukuran Text dan Marker disesuaikan, maka hasilnya sebagai berikut

Gambar 23. Hasil setelah dilakukan perubahan ukuran point

20. Klik layer properties, untuk menambahkan layer yang akan kita gunakan.

Gambar 24. Kotak Dialog Layer

21. Lakukan proses digitasi pada jalan, bangunan, aliran air dan kolam, empang, dengan memilih layer berdasarkan apa yang kana kita digitasi, dengan cara pilih layer jalan, kemudian masukan Command: pl PLINE, dan mulai melakukuan proses digitasi dengan menghibungkan nam deskripsi jalan, dan lakukan hal yang sama untuk mendigit yang lain.

BACA JUGA  Daftar Harga Total Station Baru Bekas

Gambar 25. Tampilan Hasil Proses Digitasi

22. Proses pembuatan kontur

a. Dari menubar Terrain – Terrain Model Explorer

Melakukan pembangunan kontur

Gambar 26. Melakukan pembangunan kontur

b. Pada tampilan Terrain Model Explorer – Klik kanan pada Terrain – Create New Surface

langkah awal membuat kontur

Gambar 27. Langkah awal membuat kontur

c. Klik kanan pada Surface Name – Rename, berikan nama kelompok 6

Gambar 28. Memberikan nama baru pada Surface

d. Klik Kanan Pada Point Group – Add Point Group…, kemudian pilih Kelompok 6 – OK

Gambar 29. Menambahkan point group

e. Klik Kanan pada Terrain Kelompok 6 – Build

Gambar 30. Dialog membuat kontur

f. Dari Menubar Terrain – Create Contours, setelah muncul tampilan Create Contour, rubah Minor Interval menjadi 0.5, dan Major Interval 2.5, dalam satuan meter.

Gambar 31. Dialog Penulisan Kontur Minor dan Mayor

g. Pada Command, aka nada tampilan Errase all Cointours (Yes/No), Ketik “Y” – Enter

Gambar 32. Hasil Tampilan Awal Kontur

hasil build kontur

Gambar 33. Hasil build kontur

23. Lakukan proses editing contours
a. Setelah kontur telah di build/dibangun, langkah berikutnya dilakukan editing kontur, berdasarkan dengan sifat kontur
– Kontur yang melewati jalan harus condong kearah turunnya jalan
– Kontur yang melewati aliran air, harus condong kearah hilir
– Kontur tidak boleh lancip
– Kontur tidak boleh saling bertampalan.
b. Dari menu terrain – Countur Style Manager

langkah editing kontur

Gambar 34. Langkah editing kontur

c. Pada Counter Apparance, klik Contours and Grips, Smoothing Options pilih Add Vertices untuk mendapatkan bentuk kontur yang smooth – OK
.

35

Gambar 35. Membuat Kontur agar Terlihat Smooth dan dapat diedit

d. Tampilan kontur yang melewati jalan, sebelum dilakukan editing

Gambar 36. Kontur yang melewati jalan dan belum di editing

e. Setelah dilakukan editing

Gambar 37. Hasil editing kontur yang melewati jalan

24. Setelah selesai, lakukan editing kontur berdasarkan sifat kontur yang melalui aliran air dan bangunan, dengan menggunakan langkah yang sama.

Harga Jasa Pengukuran & Produk Hubungi Sekarang :

0812-8811-1186

[email protected]

Respond Cepat Online 24Jam.

sumber : http://fikriflux.blogspot.com/2015/11/pengolahan-data-ets-electronict-total.html

Artikel Wajib Anda Baca !